Rabu, 29 Juni 2011

Cara Baru Membasmi Nyamuk

Para ahli
akhirnya menemukan cara baru untuk
membasmi nyamuk yang mengancam
manusia seperti malaria. Dengan tidak
mengganggu ekosistem, ilmuwan mengubah
kebiasaan-kebiasaan dari nyamuk dengan
sebuah senyawa baru yang membuat
nyamuk tak berselera pada manusia.
Setelah bekerja enam tahun, Dr Lawrence
Zwiebel seorang peneliti dari Vanderbilt
University di Nashville, Tennessee AS,
akhirnya menemukan cara untuk mengusir
serangga mematikan dengan pendekatan
baru.
Tim Zwiebel berhasil mengubah kebiasaan
dari hama kuno itu, seperti kebiasaan
berpesta dengan mengidentifikasi senyawa
yang dapat mengganggu penciuman perilaku
nyamuk. Dengan senyawa baru ini diyakini
sebagai cara yang ribuan kali lebih efektif
dibandingkan dengan obat anti serangga yang
paling umum digunakan, DEET (N, N-diethyl-
m-toluamide).
"Senyawa ini diberi nama VUAA1, bekerja
dengan mengaktifkan 76 reseptor bau
serangga sekaligus, sehingga dapat sangat
merangsang dan membingungkan serangga,"
Dr Lawrence Zwiebel, seorang peneliti di
Vanderbilt University, Rabu (29/6/2011).
Ilmuwan mengibaratkan nyamuk yang
terkena senyawa tersebut dengan
pengalaman manusia. "Jika Anda masuk ke
lift dan ada seseorang dengan parfum terlalu
menyengat, Anda hanya sekali
mengaktifkan reseptor bau sedikit, tapi Anda
masih ingin keluar untuk dari sana," kata
Jones.
Untuk nyamuk, senyawa ini akan
mengaktifkan setiap reseptor dan akan
sangat membingungkan. Senyawa ini juga
akan memperpendek kemampuan
penciuman nyamuk terhadap manusia.
Dan jika bukan pada manusia, nyamuk akan
menargetkan burung atau mamalia lain
sebagai sasarannya, yang tidak
menggunakan obat nyamuk. "Nyamuk akan
menjadi sembarangan dalam mencari
mangsa," jelas Jones.
Terlebih lagi, senyawa ini tampaknya juga
efektif untuk serangga lainnya. "Ini penolak
baru yang potensial dapat mengusir hampir
setiap serangga," papar Jones.
Ancaman nyamuk berbahaya telah menjadi
masalah global yang mendapat perhatian
serius. Di berbagai penjuru dunia, nyamuk
malaria telah merenggut nyawa seorang
anak setiap 45 menit sekali, yang sebagian
besar terjadi di Afrika. Namun kematian
tersebut sebenarnya dapat dicegah.
"Binatang paling berbahaya di planet ini
adalah gambiae Anopheles, nyamuk yang
membawa malaria," kata Dr Zwiebel.

Sumber : ABC news

Minggu, 26 Juni 2011

Terapi Varises

Varises adalah penyakit yang dikenal sejak
manusia hidup dalam posisi berdiri. Pernah
diutarakan bahwa terdapat varises pada
mumi Mesir dari tahun 1580 sebelum Masehi.
Varises adalah pelebaran pembuluh darah
balik (vena)
yang berkelok-kelok dan katup
yang terdapat dalam vena tidak berfungsi
lagi. Bila hanya melebar saja, tidak disebut
varises tetapi venektasi.
Penyebab sesungguhnya dari pelebaran suatu
vena belum diketahui. Di antara faktor resiko
terhadap varises, kehamilan merupakan
faktor pertama, karena tekanan dalam perut
yang meninggi atau tekanan langsung pada
vena dalam panggul akan menyebabkan
aliran vena dari tungkai akan terganggu.
Tekanan vena akan meninggi, volume darah
akan bertambah, sehingga vena akan
melebar. Sebagian besarakan mengecil lagi
setelah melahirkan. Pada kehamilan yang
berulang-ulang, satu waktu tekanan dalam
vena dapat melebihi kekuatan elastisitas
dindingnya dan terbentuk varises.
Selain itu vaktor keturunan juga memegang
peranan, biasanyaberupa dinding vena yang
tipis atau tidak terbentuknya katup. Faktor
lain adalah berat badan yang berlebihan dan
faktor peradangan. Usia lanjut dan pekerjaan
tertentu yang kurang gerakan seperti
pekerjaan administrasi atau guru juga
merupakan faktor yang mempermudah
terjadinya varises.
Perawatan varises dimaksudkan untuk
menghilangkan akibat dari katup yang tidak
berfungsi. Para ahli berpendapat setiap kasus
varises harus dirawat dengan pendekatan
yang berbeda, mengingat banyaknya bentuk
manifestasi kelainan aliran vena yang
disebabkan oleh tidak berfungsinya katup di
dalamnya.
Ada 3 cara yang dapat diterapkan sendiri-
sendiri ataupun bersamaan, yaitu:
1. Tanpa pembedahan 2. Dengan pembedahan
3. Dengan suntikan sklerotik
Perawatan tanpa pembedahan memakai
balutan elastik dari ujung kaki sampai paha
dengan maksud memberikan penekanan yang
merata untuk membantu aliran darah vena.
Hasilnya kan tambah baik bila banyak
berjalan. Terutama pada varises waktu hamil,
cara ini paling baik. Pemakaian kaos kaki
elastik akan memberikan penekanan yang
merata dan mudah diganti.
Pembedahan pada varises terdiri dari
pengikatan dan pemotongan vena yang
mengalami varises. Mobilisasi dan berjalan
tanpa menekuk lutut dimulai sehari setelah
operasi. Pada varises dengan koreng, tindakan
pembedahan lebih baik dari tanpa
pembedahan.
Penyuntikan bahan sklerotik dianjurkan bila
tidak mau operasi atau bila varisesnya
sedikit.Bahan suntikan yan dipakai akan
membuat vena yang bersangkutan
teroblitrasi. Suntikan pada varisesdilakukan
tidak lebih dari enam tempat pada sekali
perawatan. Yang perlu diingat adalah tidak
pada semua varises dapat dilakukan
penyuntikan obat sklerotik.
sumber:http://www.eramuslim.com

Sabtu, 25 Juni 2011

Varises Menghambat Persalinan Normal

Ternyata, varises bukan cuma terjadi di kaki,
tapi juga bisa di vagina dan anus. Hati-hati,
karena berisiko terjadi perdarahan sewaktu
persalinan.
Bisa dipastikan, tak ada wanita yang tak ingin
tampil indah. Begitu pun kala hamil. Itu sebab
tak setiap wanita siap menghadapi perubahan
tubuh yang terjadi saat hamil. Sekalipun
perubahan itu terjadi di kaki semisal varises.
Betapa tidak? Kehadiran tonjolan biru
melingkar-lingkar seperti cacing ini membuat
kaki yang semula mulus jadi hilang
keindahannya.
Namun yang harus dicemaskan bukan
hilangnya keindahan si kaki, melainkan si
varises. Pasalnya, hampir semua wanita
hamil yang mengalami varises di kaki, di
vaginanya pun ada varises. Ini berbahaya, lo,
karena bisa menghambat persalinan,
terutama bagi mereka yang melakukan
persalinan secara normal atau pervaginam.
Bukan berarti yang kakinya mulus alias tak
terkena varises, akan aman-aman saja, lo.
Soalnya, bisa terjadi si varises memang tak
bersarang di kaki, melainkan di vagina dan
jalan lahir atau di anus.“Bila varisesnya
besar-besar di daerah jalan lahir atau dubur,
akan berisiko terjadi perdarahan waktu
persalinan, karena pembuluh darah yang
membesar itu bisa pecah akibat tertekan
tubuh janin saat meluncur keluar dalam
persalinan,” terang dr. Judi Januadi
Endjun, SpOG, Sonologist, dari FK UPN
Veteran/Departemen Obstetri dan
Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Bahkan, saat mengejan pun, bisa saja
pembendungan pada pembuluh-pembuluh
darah di sekitar jalan lahir tak bisa ditahan
oleh dinding pembuluh hingga pecah dan
timbullah perdarahan hebat. Akibatnya,
harus dilakukan bedah sesar pada si ibu untuk
mencegah perdarahan hebat.
PERUBAHAN NORMAL
Varises, terang Judi, merupakan pelebaran
pembuluh darah vena atau pembuluh darah
balik yang diakibatkan kelemahan pada
dinding otot pembuluh darah tersebut atau
karena ada gangguan pada klep vena.
Saat hamil, wanita akan mengalami
perubahan hormonal, terutama peningkatan
hormon progesteron. Perubahan hormonal
yang besar itu mengakibatkan terjadi
perubahan fisik dan psikis yang nyata. Misal,
payudara membesar dan aerola mammae
yang tampak lebih kehitaman, tubuh terasa
lemas, pusing, serta merasa mual-muntah.
Nah, perubahan hormonal juga berpengaruh
pada dinding pembuluh darah, yaitu membuat
elastisitas dinding pembuluh darah makin
bertambah, hingga dinding pembuluh darah
(baik arteri maupun vena) makin lentur.
Akibatnya, pembuluh darah jadi tambah
besar dan melebar. Namun pembesaran dan
pelebaran ini terlihat lebih nyata pada
pembuluh darah vena karena pembuluh
darah vena lebih tipis dibanding pembuluh
darah arteri (nadi).
Pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk
memenuhi kebutuhan janin, agar aliran darah
dan volume darah yang memang makin
meningkat pada wanita hamil dapat tersuplai
dengan baik, hingga pertumbuhan janin pun
berlangsung normal. Bukankah rahim yang
membesar butuh penyediaan aliran darah
yang banyak, hingga pembuluh-pembuluh
darah yang menjadi tempat darah mengalir
akan bertambah besar dan banyak?
Namun, akibat efek mekanik penekanan
rahim, maka aliran darah balik dari anggota
gerak bawah dan panggul mengalami
hambatan hingga terjadi bendungan yang bisa
menyebabkan pelebaran vena atau varises.
TERGANTUNG BESAR RAHIM
Pada wanita hamil, umumnya varises terjadi
di daerah panggul dan anggota gerak bagian
bawah. Soalnya, pembuluh-pembuluh darah
di daerah itulah yang berhubungan erat
dengan rahim. Sementara kemunculannya
bisa kapan saja, bahkan bisa sejak kehamilan
trimester pertama, tergantung sebelumnya
sudah ada varises atau tidak. Yang jelas, tegas
Judi, sejalan bertambahnya usia kehamilan,
biasanya varises makin tambah parah.
Varises bertambah besar bila aliran darah di
pembuluh vena mengalami bendungan.
Pembendungan bisa terjadi, seperti diungkap di
atas, akibat efek mekanik penekanan rahim.
Adapun besarnya pembendungan aliran darah
amat tergantung besarnya rahim. Makanya,
varises makin parah di bulan-bulan terakhir
kehamilan karena beban perut makin besar.
Bukankah makin bertambah usia kehamilan,
rahim pun akan makin besar? Nah, rahim yang
makin besar ini, makin lama makin menekan
pembuluh darah balik yang terdapat di bagian
bawah perut.
Selain itu, bagian kepala janin yang sudah
turun ke rongga panggul juga mempengaruhi.
Akibatnya, aliran peredaran darah di daerah
itu tak lancar. Aliran darah yang terhambat
dan terbendung inilah yang tampak sebagai
tonjolan di bawah kulit. Pada betis, tonjolan
itu tampak sebagai garis-garis panjang warna
hijau kebiru-biruan.
Pembesaran ini makin diperparah oleh sikap
tubuh yang salah semisal berdiri terus-
menerus, duduk yang terlalu lama, dan sering
mengangkat beban berat. Terlebih bila
wanita hamil kurang berolahraga. Itu sebab,
wanita hamil dianjurkan rajin berolah raga
agar aliran darah tetap lancar.
Sementara varises di anus yang lebih dikenal
dengan istilah ambeien, salah satu pemicunya
adalah kebiasaan buang air besar dengan cara
duduk. Mereka yang kurang menkonsumsi
makanan berserat pun punya kecenderungan
cukup besar untuk menderita varises di anus.
Kecenderungan varises juga makin besar
terjadi pada wanita yang pernah hamil dan
melahirkan anak lebih dari 2 kali maupun
wanita hamil usia di atas 40 tahun.
Penyebabnya, tak lain ada arteriosclerosis
(penebalan dinding pembuluh darah) yang
berdampak dinding pembuluh darah jadi
kehilangan daya lentur/elastisitasnya.
Kekakuan dinding arteri ini akan menghambat
aliran vena, hingga varises pun timbul.
Selain tentu saja varises juga terjadi pada
mereka yang memang berbakat.
SULIT DIOBATI
Untuk varises di kaki, pembesaran bisa
dicegah dengan memakai stocking khusus.
Sayang, stocking ini tak nyaman dipakai
karena menimbulkan rasa gerah lantaran
iklim di Indonesia yang panas.
Sementara pembesaran varises di vagina dan
anus, tak ada alat khusus yang bisa
mencegahnya. Namun bila wanita hamil rajin
mengangkat kaki dengan cara menaruhnya di
atas bantal kala sedang tidur-tiduran atau
membaca buku, sedikit banyak bisa
membantu melancarkan aliran darah. Dengan
cara ini diharapkan beban yang harus ditopang
kaki jadi makin berkurang. Selain penggunaan
sepatu, sebaiknya dengan hak maksimal 2
cm agar aliran darah tak terhambat.
Kemudian saat tidur, usahakan jangan
berbaring hanya dalam satu posisi untuk
menghindari tekanan pada
pembuluhpembuluh darah di satu tempat.
Akan halnya pengobatan varises, biasanya
cuma bersifat mengurangi keluhan. Soalnya,
varises yang terjadi saat kehamilan amat
sulit diobati. Selain harus memperhitungkan
dampak negatif yang mungkin terjadi pada
janin, juga proses terjadi varises berkaitan
dengan kehamilan. Bukankah makin tua usia
kehamilan akan makin besar rahim, hingga
makin besar pula efek bendungan pada
pembuluh-pembuluh vena hingga varises
makin besar?
Makanya, saran Judi, mereka yang berbakat
atau sudah punya penyakit ini, sebaiknya
varises diobati sebelum hamil. Jikapun
keluhannya sudah terasa mengganggu, akan
diberi obat oles yang memunculkan efek
menghangatkan. Kadang juga diberi vitamin
tambahan yang bekerja untuk syaraf seperti
vitamin B1, B6, dan B12. Atau bahkan diberi
suntikan yang bersifat mengurangi rasa sakit,
karena varises yang parah akan dirasakan
pegal-pegal, panas, dan sakit oleh si ibu hingga
membuatnya sering merasa tak nyaman
serta menimbulkan banyak keluhan dan
stres. Tentu obat suntiknya harus dipilih yang
aman bagi janin.
TAK BISA NORMAL LAGI
Menurut Judi, wanita yang pada kehamilan
pertamanya mengalami varises, biasanya
pada kehamilan kedua dan seterusnya akan
makin parah varisesnya. Soalnya, elastisitas
otot-otot jadi berubah, hingga varises yang
diderita pun makin berat. Pada kasus ini,
biasanya untuk kembali normal akan sulit,
hingga jalan operasilah yang bisa
mengatasinya.
Umumnya, varises yang terjadi karena
kehamilan akan hilang sendiri setelah
kelahiran bayi. Bukankah dengan
mengecilnya rahim, pembendungan tak ada
lagi, hingga aliran darah pun lancar kembali?
Namun begitu, untuk sebagian wanita
mungkin saja tak bisa normal kembali. Jadi,
varisesnya masih tampak besar-besar, hingga
perlu penanganan dokter lebih lanjut.
Waktu menghilangnya pun tak sama pada
masing-masing ibu. Ada yang dalam waktu
cepat bisa hilang, misal, setelah kelahiran
bayi, tapi ada pula yang hingga waktu nifas
baru hilang.“Tiap wanita punya ciri dan sifat
sendiri dalam tubuhnya, termasuk dalam
susunan pembuluh darahnya,” kata Judi.
Hal ini pula yang menyebabkan tak setiap
wanita akan mengalami varises.
Tips Mencegah Varises
* Rajin senam.
* Tak mengenakan pakaian ketat.
* Sesering mungkin mengangkat kaki lebih
tinggi dari tubuh.
* Jika otot kaki terasa pegal, pijatlah hingga
aliran darah kembali normal.
Mencegah Ambien Bertambah Parah
Biasanya dokter akan memeriksa varises di
anus (ambeien) dan saluran pembuangan
bagian bawah ini dengan alat bernama
anuskopi. Dari situ dokter bisa melihat,
apakah varises akan membahayakan
kehamilan dan proses persalinan atau tidak.
Saran Judi, bila memang sudah punya
ambeien sebelum hamil, lebih baik
ambeiennya dioperasi dulu sebelum
kehamilan berlangsung. Soalnya, jika sudah
kadung hamil, tak bisa dilakukan tindakan
operasi. Yang bisa dilakukan hanya
mencegah agar pembuluh darah tak
bertambah melebar.
Pencegahan bisa dilakukan, antara lain:
- Jangan menunda keinginan buang air besar,
tapi cobalah usahakan untuk buang air besar
secara teratur tiap hari.
- Usahakan minum air jangan kurang dari 2
liter per hari.
- Perbanyak makanan yang mengandung
serat, seperti sayuran dan buah-buahan.
- Lakukan olahraga secara teratur, terutama
olahraga untuk orang hamil, seperti senam
hamil.
- Jika sudah kadung ada perdarahan atau
nyeri yang hebat di daerah tersebut, segera
konsultasikan ke dokter.
Indah Mulatsih
sumber: http://www.mail-archive.com

varises adalah pembuluh darah balik di bawah kulit

VARISES adalah pembuluh darah balik di
bawah kulit atau selaput lendir (mukosa)
yang melebar dan berkelok/melingkar
akibat kelainan katup dalam pembuluh darah
balik tersebut. Biasanya varises terjadi pada
tangan dan kaki, namun pada beberapa orang
dapat terjadi di tempat-tempat lain seperti
pada lambung, rectum (usus besar dekat
anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir
kemaluan). Sekira 20-30% wanita
mengalami varises, terutama pada
kehamilan
.
Banyak faktor yang merupakan faktor risiko
(bukan penyebab) meningkatkan
kemungkinan terjadinya varises, seperti
faktor keturunan, jenis kelamin (wanita
empat kali lebih sering dari laki-laki),
kehamilan, kegemukan (obesitas), pekerjaan
yang membutuhkan lama duduk atau lama
berdiri, pil KB atau pengobatan dengan
estrogen.
Pada umumnya varises tidak menyebabkan
gejala yang terlihat hanyalah penonjolan
pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa.
Pada varises vagina, pelebaran pembuluh
darah akan terlihat di bawah lapisan selaput
lendir vagina. Pada sebagian penderita varises,
terutama varises pada kaki, kaki akan terasa
berat, lelah dan nyeri yang bertambah
apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-
gatal atau perubahan warna kulit menjadi
kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.
Pada kebanyakan wanita hamil yang
mengalami varises vagina, persalinan normal
masih dapat dilakukan, kecuali pada varises
vagina yang sangat berat, dokter akan
menganjurkan operasi sesar. Dokter akan
dapat mengetahuinya ketika memeriksa
panggul saat kehamilan atau pemeriksaan
persalinan. Setelah persalinan, dengan
sendirinya varises akan mengecil dan
seringnya tidak mengganggu lagi. Apabila ibu
hamil lagi, pada umumnya varises akan
datang kembali.
Pendarahan karena varises vagina, pada
umumnya terjadi saat persalinan karena
pecahnya dinding pembuluh darah akibat
trauma/laserasi jalan pada saat bayi lahir.
Sangat jarang perdarahan akibat varises
biasanya terjadi lama setelah persalinan.
Pada kehamilan yang akan datang,
informasikan apa yang telah Ibu alami,
periksakan keadaan varisesnya dan
rencanakan jenis persalinan apa yang akan
dijalani.
Mengingat satu dari tiga ibu hamil mengalami
varises, sebaiknya Ibu jangan terlalu cemas
untuk hamil kembali.

sumber : ::pikiranrakyat::

Rabu, 22 Juni 2011

Permainan yang Mengasah Memori Anak


Seorang Ibu mengeluh bahwa putranya yang
berumur10 tahun memiliki memori yang
kurang baik, karena baru 5 menit si Ibu
berpesan pada anaknya, sang anak justru lupa
dengan pesan ibunya. Lain halnya dengan
seorang ayah yang memiliki putri berusia 7
tahun. Setiap hari ayahnya selalu
mengingatkan si kecil untuk tidak lupa
membawa pulang kotak makannya. Tapi si
anak justru sering lupa.
Penelitian di bidang psikologi menemukan
bahwa daya ingat dapat dikembangkan.
Berbagai strategi dapat diterapkan untuk
mengasah memori anak.
Bagaimana Memori Bekerja?
Sistem Penyimpanan memori anak seperti
komputer, menyimpan informasi yang saling
berhubungan dengan informasi lainnya.
Pertama-tama informasi penting akan selalu
disimpan di memori jangka pendek, berkisar
10-20 detik.
Itulah sebabnya penyusunan dan
pengulangan informasi sangat penting jika
orang tua ingin anak mudah mengingat
informasi. Kemudian, informasi yang penting
dan berkesan bagi anak akan disimpan di
memori jangka panjang. Di sini, informasi akan
di-arsip dan dihubungkan dengan informasi lain
yang berkaitan.
Aspek emosi sangat berperan dalam
membantu anak mengingat. Misalnya
mengingat saat-saat membahagiakan di masa
kecil anda.
Anak belajar dari hal-hal yang sederhana.
Misalnya, anak belajar tentang konsep
pohon. Maka, anak terus mengumpulkan dan
menyimpan informasi tentang pohon,
makhluk hidup yang mempunyai batang,
akar dan daun. Secara bertahap, kumpulan
informasi tentang pohon akan disimpan dan
digunakan sewktu-waktu saat dibutuhkan.
Ketika jaringan informasi di otak memadai,
anak akan bisa membedakan antara tanaman
hias, bunga dan pohon.
Dalam hidup sehari-hari orang tua tidak perlu
khawatir saat si kecil berkata lupa atau tidak
ingat. Ini bukan berarti si kecil tidak
menyimak informasi itu. Tetapi informasi
tersebut disimpan di otak dan kelak dapat
dipergunakan kembali di situasi tertentu.
Bahkan orang dewasa saja cenderung hanya
sanggup mengingat 30% dari informasi yang
didengarnya. Tapi bila kita melihat dan
mendengarkan di saat bersamaan, maka
informasi tersebut akan lebih terekam di
memori otak. Selanjutnya, bila anak melihat,
mendengarkan, merasakan (menyentuh) dan
melakukan suatu kegiatan, maka mereka
akan mengingatnya sekitar 90%. Itu
sebabnya, pendidikan yang baik selalu
melibatkan aktivitas yang memacu seluruh
panca indera anak.
Sebagai contoh, ibu mengajarkan tentang
konsep berat dan ringan pada anak. Jauh lebih
baik bila kita mengajak anak langsung
bereksperimen tentang berat benda daripada
menghafalkan satu buku yang tebal tentang
berat benda. Melibatkan seluruh panca indera
sangat efektif digunakan saat belajar di
rumah, yaitu dengan menunjukkan pada si
anak suatu tulisan (visual), minta ia
menyebut kata itu, lalu mintalah si kecil
menyusun alphabet yang sama dengan
tulisan itu (sentuhan dan visual). Kemudian
ucapkan kata itu (auditori dan visual). Dan
akhirnya lakukan pengulangan yang disertai
kegiatan sehari-hari dengan kata-kata yang
akan mudah diingat oleh anak, karena
mengalami pengulangan setiap hari di rumah.
Meningkatkan DAYA INGAT Anak
dengan Permainan
Bermain adalah sarana yang sangat efektif
untuk meningkatkan daya ingat anak.
Beberapa permainan dapat dilakukan tanpa
mengeluarkan biaya sepeserpun. Permainan
ini akan bermanfaat untuk mengasah daya
ingat dan berguna bagi si kecil saat
berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah.
- Mengurutkan Benda
Susun tiga benda berurutan dan minta si kecil
menyebutnya satu persatu. Acaklah ketiga
benda itu, lalu minta si kecil menyusunnya
kembali. Bila si kecil berhasil, tingkatkan
kesulitannya dengan menambah jumlah
benda Permainan ini sangat menyenangkan
bila dilakukan bersama pasangan.
-Permainan Kim
Taruhlah beberapa benda dalam sebuah
kotak. Minta si kecil melihat dan menyebut
nama benda itu satu persatu. Lalu minta si
kecil memejamkan matanya. Sembunyikan
satu benda. Kemudian minta si kecil
mengingat benda apa yang hilang dari kotak
itu. Bila berhasil, tambah jumlah benda dalam
kotak dan sembunyikan lebih dari satu benda.
-Sentuhan Ajaib
Berjalanlah ke sekeliling ruangan dan
sentuhlah beberapa benda secara berurutan
sambil menyebut nama benda itu. Lalu
mintalah si kecil mengulangi gerakan anda
sambil menyebut benda yang anda sentuh
sesuai urutan.
-Mencocokkan Benda Berpasangan
Siapkan kartu yang berjumlah dua set
(sama). Susunlah beberapa pasang kartu
yang sama dalam posisi terbalik. Mintalah
anak menemukan kartu yang bergambar
sama dengan cara membalik dua kartu secara
bersamaan (dalam posisi acak).
-Imajinasi
Memerlukan peran orang tua dengan si anak,
dengan membuat permainan seolah-olah
sedang berada di suatu tempat (mal) lalu
mengingat-ingat apa yang akan dilakukan di
tempat tersebut secara bergantian sampai
akhirnya pemain kewalahan mengingat
informasi yang ada.
Tips membantu anak mengingat lebih
baik:
1. Pastikan si kecil melihat wajah ibu dan
ayah saat berbicara dengannya.
2. Mintalahsi kecil mengulangi kembali yang
anda ingin dia ingat.
3. Periksa kembali pemahaman anak.
4.Bimbing si kecil untuk menghubungkan
informasi yang baru diperolehnya dengan
pengetahuan yang sudah diketahuinya.
5.Bila memungkinkan, perbolehkan si kecil
melakukan eksperimen (melakukan)
kegiatan sehubungan dengan informasi yang
harus diingatnya.
6. Pilihtugas yang rumit (kompleks) menjadi
tahap-tahap yang sederhana, lalu latih si
kecil untuk mengingat sesuai dengan urutan
informasi.
7.Tetap tenang, karena anak lebih mudah
mengingat bila berada dalam suasana santai
dan nyaman. Bila si kecil merasakan
ketegangan dan tekanan psikologis dari orang
tuanyauntuk mengingat, konsentrasinya
akan terpengaruh.
8.Tetaplah berlatih dan nikmati saat-saat
indah bersama anak.

Selasa, 21 Juni 2011

Cara Mengobati Sakit Kuning


Sakit kuningbisa disembuhkan dengan
menggunakan bonggol bambu kuning,
bonggol daun nanas muda (warnanya
keputih-putihan) dan sedikit adat
pulowaras. Pertama ketiganya ditumbuk
sampai halus kemudian campurkan 1/2 gelas
air. Remas-remas dulu kemudian saringlah
dengan sehelai kain yang halus. Air perasan
itu diminum di pagi, siang dan malam. Jika hal
ini dilakukan dalam 1 bulan maka seluruh
penyakit kuning akan lenyap.
Untuk membantu proses penyembuhan
hendaknya penderita jangan banyak
mengeluarkan tenaga. Misalnya olahraga
yang berlebihan yang akan membuat lelah,
disarankan sebaiknya penderita rebahan saja
di kamar.
Sebagai pencegahan, apabila Anda sudah
sembuh, maka minumlah setiap hari atau dua
gelas air yang sudah dicampur dengan sirup.
Maka akan kecil sekali kemungkinan
penyakit ini kembuh lagi.
Cara lain sebagai tindak pencegahan
makanlah setiap bulan sekali kerang laut.
Kerang direbus dan bisa dimakan pake saos,
maka penyakit kuning akan pergi menjauh.
Selamat mencoba...

Cara Mengobati Ambien yang Parah


Ambienmerupakan penyakit yang
tergolong cukup berbahaya, untuk itu jika
sudah terasa gejalanya, cepat-cepatlah
Anda obati, kalau perlu periksa kedokter agar
segera mendapatkan jawabannya.
Anda menderita penyakit Ambien yang
parah atau berat saya punya solusi yang
lumayan dapat membantu Anda, biasakanlah
setiap hari minum tape/makan tape, ketela
pohon atau tape ketan, karena tepe itu
mengandung ragi yang menyehatkan
pencernaan kita.
Dalam waktu 3 hari berturut-turut apabila
penyakit Anda itu telah sampai pada taraf
pengeluaran darah dari dubur maka darah itu
akan mampet, dan seminggu kemudian
penyakit itu akan hilang sama sekali.
Adapun pantangannya seperti :
es, timun, asam, pedas, manis