Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Sharon Osbourne Memiliki Mastektomi Ganda Karena Kanker Payudara


Mantan hakim X Factor memutuskan untuk menjalani operasi setelah mengetahui dia membawa gen yang meningkatkan risiko mengembangkan kanker payudara.
"Saya sudah menderita kanker sebelumnya dan saya tidak ingin hidup dibawah awan yang ...Saya memutuskan hanya untuk mengambil semuanya."katanya

Osbourne,60 tahun,sebelumnya didiagnosa menderita kanker usus pada tahun 2012.
Istri bin tang rock Ozzy Osbourne,ia menjadi terkenal di reality show The Osbournes,dan kemudian bergabung dengan panel juri dari versi Inggris The X Factor dan baru-baru ini menjadi Talent Amerika Dot.

Sebuah operasi untuk menghapus payudara wanita,biasanya karena telah terkena kanker payudara.Setelah penghapusan,operasi lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membuat payudara buatan.
 Kebanyakan orang bisa sembuh dengan baik setelah prosedur dan tidak mengalami komplikasi.
Pada tahun 2009-2010,hampir 18.000 mastektomi dilakukan.

"Saya tidak ingin menjalani sisa hidupku dengan bayangan menggantung diatas saya.Saya ingin berada di sekitar untuk waktu yang lama dan menjadi nenek ke Pearl.
"Aku bahkan tidak memikirkan payudara saya dengan cara nostalgia,saya hanya ingin bisa menjalani hidup saya tanpa rasa takut sepanjang waktu."

Awal tahun ini ,Osbourne menjadi seorang nenek untuk pertama kalinya,setelah anaknya Jack dan istri Lisa Stelly memiliki seorang putri,Pearl.

Pada tahun 2004,dalam hubungannya dengan Cedars-Sinai di Los Engeles Hospital,Osbourne mendirikan yayasan kanker sendiri,untuk mendukung orang-orang yang menderita kanker usus besar.

 sumber

Senin, 04 Juni 2012

Penyakit Hati : Tip Dan Cara Menanggulangi



Penyakit hati bertanggung jawab atas
sejumlah besar kematian setiap tahun
di Amerika Serikat. Transplantasi hati
kadang-kadang diperlukan untuk
penyakit hati yang parah, seperti
sirosis dan kanker hati, meskipun
waktu menunggu lama khas karena
kurangnya donor organ.
Menempatkan shunt antara vena yang
membawa darah masuk dan keluar
dari hati adalah prosedur yang dapat
mengurangi potensi komplikasi yang
mengancam jiwa sementara pasien
menunggu operasi transplantasi. Hal
ini penting bagi orang dengan shunts
hati untuk mengikuti rekomendasi
diet untuk mengurangi beban pada
hati disfungsional mereka.

PENYAKIT HATI

Hati, organ terbesar
dalam tubuh, bertanggung jawab
untuk banyak fungsi, termasuk
memproduksi empedu, metabolisme
makanan, pengatur tingkat kolesterol
dan penyaringan racun dari aliran
darah. Hati adalah cukup tangguh
ketika datang ke cedera, namun
berbagai penyakit dapat
mempengaruhi itu. Penyakit hati
yang paling umum disebabkan oleh
infeksi virus, seperti hepatitis A, B dan
C; overtoxicity, dan kanker. Sirosis
hati, dari keracunan alkohol atau
obat, sangat mematikan, yang
menyebabkan lebih dari 25.000
kematian per tahun di Amerika
Serikat. Sirosis ini disebabkan oleh
jaringan parut dan peradangan pada
hati, yang sangat membatasi
fungsinya. Jika pengganti hati tidak
mungkin, shunt hati dapat membantu
mengurangi komplikasi sementara.

TIPS

Prosedur melibatkan
menempatkan shunt atau stent
antara vena portal, yang membawa
darah ke hati, dan vena hepatika,
yang membawa darah keluar dari hati
dan kembali ke jantung. Intinya,
prosedur TIPS mengurangi jumlah
darah yang memasuki hati, yang
mengurangi kemacetan hati dan risiko
akumulasi cairan di paru-paru dan
perut. Tidak meningkatkan fungsi
hati yang sakit, dan hanya
memperlakukan komplikasi penyakit
hati lanjut. Shunts hati dapat
meningkatkan risiko penumpukan
racun, terutama di otak, karena darah
jauh lebih sedikit sedang disaring
melalui hati. Akibatnya, efek samping
yang umum dari shunts hati
melibatkan otak, termasuk
kebingungan, mudah marah,
perubahan kepribadian dan kontrol
motor berkurang. Rekomendasi diet
tertentu dapat mengurangi
komplikasi dari prosedur TIPS.

REKOMENDASI ​​MAKANAN

Makanan yang disarankan bagi mereka dengan
kemacetan hati lanjut dan shunts hati
termasuk membatasi protein diet,
dengan peningkatan inkremental
berikutnya untuk menilai toleransi
klinis, dan serat makanan meningkat,
menurut sebuah artikel diterbitkan
pada tahun 2004 dalam jurnal Protein
dibatasi untuk "RadioGraphics."
sekitar 0,5 gram protein per kilogram
berat badan per hari dalam rangka
untuk menurunkan produksi amonia
beracun, meskipun rejimen ini dapat
memperburuk status gizi secara
keseluruhan pasien kurang gizi,
sehingga pengawasan medis
diperlukan. Rantai cabang asam amino
suplemen yang diperkaya dapat
menjadi cara yang lebih baik untuk
memberikan protein dari sumber
makanan seperti daging, ikan unggas,
atau kacang-kacangan. Seng sering
kekurangan pada pasien dengan
sirosis, terutama jika gizi buruk hadir,
sehingga suplemen seng juga
dianjurkan. Selain itu, suplemen yang
disebut laktulosa dapat diberikan
kepada pasien dengan pirau hati
untuk mencegah bakteri usus dari
membuat amonia, yang tidak dapat
benar dihilangkan dengan hati yang
disfungsional.

sumber : Livestrong

Kamis, 22 Maret 2012

Penderita Kanker Payudara Aman Untuk Hamil


kanker payudara takut untuk hamil, karena dikhawatirkan perubahan hormon memicu kekambuhan kanker. Tapi studi menemukan pasien kanker payudara aman untuk hamil.
Peneliti mengungkapkan perempuan yang menderita atau pernah memiliki kanker payudara bisa dengan aman memiliki bayi tanpa takut tumornya akan muncul kembali. Hal ini mematahkan saran yang sebelumnya ada.
Hasil studi yang dipresentasikan dalam European Breast Cancer Conference (EBCC-8) di Wina, Austria menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat kelangsungan perempuan yang menderita kanker payudara dan hamil dengan yang tidak hamil.

Dr Hatem Azim, seorang onkologis dari Jules Bordet Institute di Brussels, Jerman menganalisis 333 perempuan yang hamil setelah didiagnosis menderita kanker payudara dan dibandingkan dengan 874 perempuan dengan kanker yang sama tapi tidak hamil. Peneliti menindaklanjutinya selama hampir 5 tahun setelah hamil.
"Studi menunjukkan tidak ada perbedaan dalam jangka waktu bertahan hidup dibanding dengan perempuan yang tidak hamil. Serta pasien yang hamil dalam waktu 2 tahun ternyata memiliki kelangsungan hidup bebas penyakit yang lebih baik," ujar Dr Azim

Dr Azim menuturkan dulu sering ketika perempuan dengan riwayat kanker payudara hamil, maka beberapa dokter menyarankan untuk melakukan aborsi karena takut memiliki efek yang merugikan terhadap hasil yang sudah didapatkan.
"Tapi kami menemukan bahwa hal itu tidak benar dan hasilnya adalah sama, terlepas dari apakah kehamilan itu sudah selesai atau tidak. Aborsi tidak boleh dipromosikan untuk alasan terapeutik pada pasien ini," ungkapnya.

Dr Azim menyimpulkan hasil studi ini menunjukkan secara meyakinkan bahwa kehamilan saat perempuan memiliki diagnosis kanker payudara adalah aman.
Sementara itu Profesor David Cameron dari University of Edinburgh selaku ketua konferensi menuturkan bahwa ini merupakan studi penting karena bisa memberikan rasa percaya diri bagi perempuan untuk hamil dan membesarkan anak setelah mendapat perawatan kanker.

sumber:http://www.telegraph.co.uk/health/healthnews/9154925/Breast-cancer-patients-told-pregnancy-is-safe.html


Minggu, 18 Maret 2012

Kanker Payudara



Sesuai namanya, kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkembangnya sel kanker di daerah payudara. Penyakit ini kebanyakan menyerang perempuan, tetapi laki-laki juga bisa terkena. Kangker payudara merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita terbanyak nomor dua di dunia. Sedangkan dari tingkat kematian, jenis kangker ini menyebabkan kematian nomor lima terbesar di dunia.

Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu.

Berikut antara lain hal-hal yang harus Anda perhatikan yang merupakan gejala kanker payudara:

benjolan pada payudara anda berubah bentuk / ukuran

kulit payudara berubah warna: dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk

puting susu masuk ke dalam (retraksi)

salah satu puting susu tiba-tiba lepas / hilang

bila tumor sudah besar, muncul rasa sakit yang hilang-timbul

kulit payudara terasa seperti terbakar

payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal Anda tidak menyusui

Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah.

Sedangkan untuk gejala kanker payudara stadium lanjut

Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:

terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);

adanya nodul satelit pada kulit payudara;

kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;

terdapat model parasternal;

terdapat nodul supraklavikula;

adanya edema lengan;

adanya metastase jauh;

serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.


sumber:http://kankerpayudara.org/info/gejala-kanker-payudara.html

Senin, 05 Maret 2012

Kanker Payudara




penyakit yang banyak ditakuti kaum perempuan. Sepuluh tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Sekarang, para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Sebetulnya ada 17 cara untuk mengurangi resiko kanker payudara, 2 diantaranya merupakan pencegahan dari segi medis dan sisanya merupakan terapi alternatif.

Adapun pendekatan dari segi medis adalah :

1. Obat pencegah kanker payudara.

Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi Tamoksifen, yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.

2. Mastektomi sebelum serangan kanker.

Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.

Sedangkan pencegahan secara alami meliputi :

1. Berolah raga secara teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

2. Kurangi lemak.

Anda tentu sudah sering mendengar pertentangan pendapat mengenai hubungan antara kanker payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara.. Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.

Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin.

Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak Zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.

Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah.

3.Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.

Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

4.Makan lebih banyak buah dan sayuran.

Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara.

Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.

Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

6. Makan lebih banyak serat.

Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

7. Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.

Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

8. Makan lebih banyak kacang-kacangan.

Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

9. Hindari alkohol.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena Alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

10. Perhatikan berat badan anda.

Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

11. Hindari xeno-estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh.

Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.

Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).

Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

12. Berjemur dibawah sinar matahari.

Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.

13. Jangan merokok.

Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara.

14. Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda

Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

15. Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).

Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer�s. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara.

Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.


sumber:Medicastore